Pembelajaran Berdiferensiasi berpihak pada murid
untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila
Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam pembelajaran berdiferensiasi berkaitan:
- Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.
- Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya
- Bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi.
- Manajemen kelas yang efektif.
- Penilaian berkelanjutan.
Untuk memenuhi kebutuhan belajar murid ada 3 aspek diantaranya:
- Kesiapan Belajar Murid ( Readiness)
Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka dan memberikan mereka tantangan, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi atau keterampilan baru tersebut.
2. Minat Murid
Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat murid diantaranya adalah dengan:
- menciptakan situasi pembelajaran yang menarik perhatian murid (misalnya dengan humor, menciptakan kejutan-kejutan, dsb);
- menciptakan konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan minat individu murid;
- mengkomunikasikan nilai manfaat dari apa yang dipelajari murid,
- menciptakan kesempatan-kesempatan belajar di mana murid dapat memecahkan persoalan (problem-based learning).
3. Profil Belajar Murid
Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Tujuan dari memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara alami dan efisien.
Profil belajar belajar murid dipengaruhi beberapa faktor :
- Preferensi terhadap lingkungan belajar, misalnya terkait dengan suhu ruangan, tingkat kebisingan, jumlah cahaya, apakah lingkungan belajarnya terstruktur/tidak terstruktur, dsb.
- Pengaruh Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal.
- Gaya belajar adalah bagaimana murid memilih, memperoleh, memproses, dan mengingat informasi baru. Secara umum gaya belajar ada tiga, yaitu visual, auditori dan kinestetik.Preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences)
- Preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences)
- mengamati perilaku murid-murid mereka;
- mencari tahu pengetahuan awal yang dimiliki oleh murid terkait dengan topik yang akan dipelajari;
- melakukan penilaian untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka saat ini, dan kemudian mencatat kebutuhan yang diungkapkan oleh informasi yang diperoleh dari proses penilaian tersebut;
- mendiskusikan kebutuhan murid dengan orang tua atau wali murid;
- mengamati murid ketika mereka sedang menyelesaikan suatu tugas atau aktivitas;
- bertanya atau mendiskusikan permasalahan dengan murid;
- membaca rapor murid dari kelas mereka sebelumnya untuk melihat komentar dari guru-guru sebelumnya atau melihat pencapaian murid sebelumnya;
- berbicara dengan guru murid sebelumnya;
- membandingkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan tingkat pengetahuan atau keterampilan yang ditunjukkan oleh murid saat ini;
- menggunakan berbagai penilaian diagnostik untuk memastikan bahwa murid telah berada dalam level yang sesuai;
- melakukan survey untuk mengetahui kebutuhan belajar murid;
- mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran mereka sendiri untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mereka;
- Diferensiasi Konten merupakan materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum.
- Diferensiasi Proses adalah kegiatan yang memungkinkan murid berlatih dan memahami atau memaknai konten.
- Diferensiasi Produk merupakan bukti yang menunjukkan apa yang murid telah pahami. Membedakan dan memodifikasi produk sebagai hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari.
- mempertimbangkan kebutuhan capaian belajar murid
- membangun kapasitas belajar murid menjadi pembelajar sepanjang hayat
- mendukung perkembangan kognitif dan karakter murid
- menyesuaikan konteks kehidupan murid-murid tumbuh dan berkembang berdasarkan konteks kebudayaan disekitarnya
- mengarah pada masa depan yang berkelanjutan
- Disiplin positif merupakan pendekatan mendidik anak untuk belajar kontrol diri dengan menggali potensi kita, agar tercapai tujuan mulia, yaitu sesuatu menjadi seseorang yang kita inginkan berdasarkan nilai-nilai yang kita hargai;
- Teori kontrol mempunyai pandangan bahwa kita berusaha memahami pandangan orang lain tentang dunia, semua perilaku memiliki tujuan, hanya Anda yang bisa mengontrol diri Anda, anda tidak bisa mengontrol orang lain, Kolaborasi dan konsensus menciptakan pilihan-pilihan baru, model Berpikir Menang-menang;
- Teori motivasi terdiri dari motivasi eksternal dimana seseorang melakukan sesuatu karena untuk menghindari hukuman, untuk mendapatkan imbalan dan motivasi internal dimana seseorang melakukan sesuatu untuk menghargai diri sendiri yang berpedoman pada nilai-nilai kebajikan yang dijadikan keyakinan kelas/sekolah;
- Hukuman dan penghargaan Bahwa penghargaan berlaku sama dengan hukuman, dalam arti meminta atau membujuk seseorang melakukan sesuatu untuk memenuhi suatu tujuan tertentu dari orang yang meminta/membujuk. Dorongannya eksternal dan akan ada faktor ketergantungan. Beberapa dampak dari pemberian penghargaan (Alfie Kohn, 1993). Penghargaan mempunyai dampak yang kurang baik bagi seseorang diantaranya Pengaruh Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Penghargaan menghukum, Penghargaan mengurangi ketepatan, Penghargaan tidak efektif, Penghargaan merusak hubungan, Penghargaan menurunkan kualitas, Penghargaan mematikan kreatifitas, Penghargaan mengurangi motivasi intrinsik;
- Nilai kebajikan dan keyakinan kelas mempunyai tujuan mulia yang dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan tindakan di lingkungan kehidupan. Nilai-nilai kebajikan adalah sifat-sifat positif manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu. Nilai-nilai tersebut bersifat universal, dan lintas bahasa, suku bangsa, agama maupun latar belakang ;
- Posisi kontrol guru terhadap murid diantaranya pemberi hukuman, pembuat rasa bersalah, teman, pemantau, manajer;
- Kebutuhan dasar manusia ada 5 yaitu bertahan hidup, kasih sayang dan rasa diterima, penguasaan, kebebasan, kesenangan;
- Segitiga restitusi dapat dilakukan oleh guru maupun orang tua dalam menyikapi masalah terhadap anak. Segitiga restitusi dapat dilakukan dengan langkah-langkah yaitu menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah, menanyakan keyakinan.
