CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
1. Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud
dengan 'Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya' dan bagaimana Anda
bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar
sekolah?
Pemimpin pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya bahwa seorang pemimpin mampu menemukenali aset yang ada di sekolah atau komunitas. Dengan berpikiran berbasis aset mampu berpikir ke masa depan yang positif untuk melakukan perubahan dalam dunia pendidikan sesuai dengan aset yang ada. Komunitas atau sekolah pasti memiliki yang namanya modal utama yang dapat dioptimalkan oleh pemimpin dalam menegelolah sumber daya yang ada. Sumber modal utama yang ada yaitu modal manusia, modal sosial, modal politik, modal lingkungan, modal fisik, modal agama dan buday, modal finansial. Dari ke 7 modal tersebut dianalisa untuk mendukung program sekolah yang akan diimplementasikan. Pengimplementasian bisa dilakukan di kelas dengan mengamati kelas dan bertanya serta berkolaborasi dengan siswa untuk memberikan kelas yang nyaman dan menyenangkan. Guru melakukan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran Kompetensi Sosial emosional dan Berbudaya Positif dengan keberpihakan kepada murid. Implementasi di sekolah, saya bekerjasama dengan rekan sejawat melakukan diskusi untuk membuat program yang berpihak kepada murid misalnya menyusun metode pembelajaran bagi murid, membuat kesepakatan sekolah untuk mencerminkan budaya positif sekolah, memberikan bimbingan dan tuntunan kepada siswa yang bermasalah dengan pendekatan segitiga restitusi maupun coaching dengan guru dan murid. Implementasi di masyarakat sekitar yaitu bekerja sama dengan komite sekolah mengundang orang tua murid menyusun program sekolah yang berpihak pada murid. Bekerja sama dengan lembaga/dinas misalnya kecamatan, puskesmas, kepolisian, kantor desa maupun Koramil setempat yang bisa membantu dan mengembangkan program sekolah.
2. Tunjukkan
dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan
membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas?
Pengelolaan sumber daya yang tepat untuk membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas yaitu mengikuti lomba sains maupun non sains yang diselenggarakan oleh dinas/lembaga atau sektor swasta untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilannya. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakatnya di sekolah sebagai pengembangan potensi murid yang berkualitas dan mengikutinya jika ada perlombaan. Untuk pembentukan karakter atau sikap yaitu murid datang tepat waktu sebelum jam 07.00 WIB, mengucapkan salam, senyum, sapa kepada semua warga sekolah, berbudaya menjaga kebersihan, melaksanakan shalat dzhuhur, shalat dhuha, mengaji dan melakukan literasi sesuai jadwal yang sudah terprogram.
3. Berikan
beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang
Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak?
Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya berhubungan dengan modul lainnya diantaranya modul 1.1 bahwa seorang pemimpin mampu memiliki filosopi yang dicerminkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Sung Tuladha Mangun Karsa, Ing Madya Mangun Karsa dan Tutu Wuri Handayani. Contohnya Guru mampu menuntun dan membimbing murid untuk menemukan kebahagiannya baik di dunia maupun di akhirat dengan cara mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat bakatnya masing-masing. Dalam modul 1.2 pemimpin mempunyai nilai dan peran demi terciptanya sekolah yang menjadi wadah bagi murid yang berkarakter dan berkualitas. Salah satu contoh Seorang pemimpin harus kreatif, mandiri dan mampu menggerakkan komunitasnya untuk membentuk perubahan bersama warga sekolah dengan mengadakan lomba-lomba, seminar maupun lokarkarya dalam dunia pendidikan. Modul 1.3 seorang pemimpin memiliki visi ke depan dengan segala aset yang dimilikinya demi keberpihakan kepada murid yang mampu menceatak generasi yang berkarakter sesuai dengan potensinya. Modul 1.4 pemimpin mampu menciptakan budaya positif dengan melihat aset yang ada agar tercipta kedisiplinan. Contoh murid membuat kesepakatan kelas dengan perpatokan kepada nilai-nilai kebajikan universal. Modul 2.1 bahwa seorang pemimpin pembelajaran berusaha untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dengan mempertimbangkan 3 aspek yaitu kesiapan belajar murid, minat belajar dan profil belajar murid serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Modul 2.2 dimana pemimpin menerapkan Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk murid dengan melihat kompetensi yang dikembangkan yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, pengambilan keputusan yang bertanggungjawab. Modul 2.3. Pemimpin bisa melakukan Coaching untuk supervisi akademik demi pelaksanaan proses pembelajaran yang berpihak kepada murid. Pemimpin pembelajaran melakukan Pra Observasi, Observasi dan Pasca Observasi terhadap rekan guru untuk melihat sejauhmana perencanaan yang dibuat dapat diaplikasikan di kelas pada saat proses pembelajaran yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam Modul 3.1. Pemimpin bisa menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dalam permasalahan yang mereka hadapi dan bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam proses tersebut. Dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan diambil dalam situasi dilema etika ataupun bujukan moral yang membingungkan, ada 9 langkah yang dapat Anda lakukan yaitu menegenali nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, pengujian benar atau salah, pengujian paradigm benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi opsi trilema, buat keputusan dan lihat lagi keputusan dan refleksikan. Sebagai seorang pemimpin yang meminpin sebuah sekolah dihadapkan ada persoalan yang perlu diselesaikan baik dilema etika maupun bujukan moral. Permasalahan itu muncul bisa dari murid, rekan guru, komite sekolah maupun dengan lembaga lain yang perlu disikapi dan dibuat keputusannya.
4. Ceritakan
pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini,
serta pemikiran apa yang telah berubah pada diri Anda setelah Anda mengikuti
proses pembelajaran dalam modul ini?
Sebelum saya mempelajari modul 3.2.
Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya belum mengetahui bagaimana cara untuk
mengelolah sumber daya berbasis aset dalam sebuah komunitas atau sekolah. Yang
muncul dalam pemikiran saya sekolah yang dilihat banyak segi kekurangan atau
kelemahannya dalam mengelolah sumber daya untuk melaksanakan program. Apalagi
berkaitan dengan finansial yang sudah terbentuk
mindset bahwa kegiatan tanpa finansial tidak bisa berjalan. Dengan mempelajari
modul ini, saya dapat mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru dalam mengelolah
aset dengan cara berpikir yang berbasis aset artinya pemimpin pembelajaran
dapat menggali potensi-potensi positif yang ada di lingkungan kelas, sekolah
maupun masyarakat sekitar yang dapat membawa perubahan untuk melaksanakan
program sekolah yang berpihak pada murid yang berkelanjutan dan dapat
dipertanggungjawabkan. Pemikiran saya berubah
yang tadinya berpikiran berbasis kekurangan/kelemahan dengan rasa psimis
dalam melaksanakan kegiatan beralih ke pemikiran berbasis aset dengan rasa optimis
dan berani mencoba melaksanakan kegiatan sekolah dengan menjalin kebersamaan atau
kolaborasi secara intern dan ekternal di lingkungan yang ditempati.
