23 Desember 2022

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan - Modul 1.4 Budaya Positif

 
Mewujudkan Budaya Positif
Membangun Budaya Positif di Sekolah

Dengan mempelajari materi Budaya Positif  di Program Pendidikan Guru Penggerak yang meliputi materi  Disiplin Positif dan Nilai - Nilai Kebajikan Universal, Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi, Keyakinan Kelas, Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas, Restitusi - Lima Posisi Kontrol, Restitusi - Segitiga Restitusi memberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermakna dalam pengalaman hidup saya. Perasaan saya sangat senang mendapat wawasan pengetahuan yang tadinya tidak mengetahui materi Budaya Positif  akhirnya menjadi tahu. Dengan pengetahuan yang saya miliki akan saya kembangkan dan diimbaskan di sekolah supaya murid dan warga sekolah mengetahui persamaan persepsi dalam budaya positif yang dapat diaplikasikan untuk bersama-sama membangun Budaya Positif yang berkelanjutan demi Sekolah yang berkualitas yang berpihak pada murid sesuai dengan Visi dan Misi Sekolah yang sudh ditetapkan.

Dalam sebuah Institusi atau lembaga khususnya sekolah berkeinginan untuk membuat prakarsa perubahan  untuk mewujudkan sekolah idaman. Untuk mewujudkan sekolah yang diidamkan sesuai dengan dunia berkualitas bermunculan masalah yang perlu diselesaikan dengan baik yang tidak melanggar norma. Seorang guru dan warga sekolah lainnya harus mampu menyikapi permasalahan dengan bijaksana dan merangkul semua kepentingan.  Sesuai dengan Teori Kontrol setiap tindakan manusia baik positif dan negatif memiliki konsekuensi dan memiliki tujuan. Tindakan yang dilakukan seseorang kalau dicermati dan dianalisa bertujuan untuk memenuhi  kebutuhan dasar manusia tapi dengan cara yang berbeda. Baik siswa maupun guru memerlukan kebutuhan dasar dengan caranya masing-masing supaya kebutuhannya tercukupi.

Setiap manusia dalam hidupnya memiliki motivasi baik karena dorongan eksternal maupun internal tergantung bagaimana manusia itu sendiri mau mempunyai motivasi apa. Motivasi seseorang berbeda-beda melakukan sebuah tindakan, apakah karena ingin dipuji orang lain, menghindari hukuman, imbalan atau untuk menghargai diri sendiri sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang dipercayai. Mari kita lihat tabel dibawah ini untuk memberikan deskripsi yang lebih jelas tentang kaitannya teori motivasi dengan identitas yang gagal dan identitas yang sukses.

Berdasarkan tabel di atas bahwa sesorang dengan motivasi eksternal akan memiliki identitas yang gagal karena terbelenggu dengan hukuman walaupun sesorang itu mendapatkan penghargaan sedangkan  dengan motivasi internal  seseorang akan memiliki identitas yang sukses karena untuk mendapatkan penghargaan muncul motivasinya dari diri sendiri .

Begitu juga dengan permasalahan murid yang dihadapi oleh guru dalam menuntunnya tidak semudah membalikkan telapak tangan supaya murid dapat menerapkan disiplin positif tapi perlu pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mewujudkan sekolah yang berbudaya positif. Untuk menyikapi permasalahan dialami oleh murid guru melakukan posisi kontrol sebagai Manajer dengan Pendekatan Segitiga Restitusi dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menstabilkan identitas
  2. Validasi tindakan yang salah
  3. Menanyakan keyakinan

Dengan menerapkan Segitiga Restitusi murid diajak menanamkan rasa bertanggungjawab untuk belajar mencari solusi bersama atas kesalahannya. Guru berharap kepada murid dengan tindakan yang dilakukannya agar tidak mengulangi perbuatannya dan menjadi murid yang berkepribadian baik untuk kedepannya.

Sebagai tindak lanjut pengembangan kedepan,   saya akan berusaha untuk menerapkan materi Budaya Positif yang diperoleh dari Program Pendidikan Guru Penggerak di sekolah supaya murid dapat belajar disiplin dengan cara memanusiakan manusia dalam mewujudkan sekolah yang nyaman dan aman sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal yang sudah disepakati bersama dan diyakininya. Dan saya akan terus melakukan tindakan kolaborasi dengan semua warga sekolah dan terus melakukan perbaikan serta menerima saran atas rencana kegiatan dan pelaksanaannya dari semua pihak dalam mewujudkan sekolah yang berbudaya positif demi kepentingan warga sekolah terutama keberpihakan terhadap murid.

 

 

 

 




2 komentar:

  1. Semoga banyak siswa berbudaya positif dan di terapkan dalam kehidun sehari hari

    BalasHapus
  2. Memang betul kita harus kolaborasi dengan semua warga sekolah dan terus melakukan perbaikan serta menerima saran atas rencana kegiatan dan pelaksanaannya dari semua pihak dalam mewujudkan sekolah yang berbudaya positif demi kepentingan warga sekolah terutama keberpihakan terhadap murid.
    By. Roeni, S. Pd. CGP angkatan 7 Indramayu.

    BalasHapus

3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2

Tujuan Pembelajaran Khusus:   CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya. 1.    Buatlah kesimp...